METODE ISOLASI BAKTERI
A. Tujuan
Mengetahui berbagai teknik isolasi untuk bakteri dan
mengetahui cara isolasi
bakteri dari campurannya dan meremajakan kultur ke dalam media baru.
B. Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum keberadaan
mikroorganisme di udara adalah 1). Cawan petri, 2). Mikroskop 3). Laminar, 4) isolasi ,
5) Bunsen,
6) Jarum
suntik 7). Pinset ,8). Cover glass dan Kaca preparat
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum pengenalan
keberadaan mikroorganisme di udara adalah 1). Cabai yang sakit atau
sudah terkontaminasi mikroorganisme, 2). Ekstrak kentang,
C. Cara kerja
A. Langkah-langkah dalam mengidentifikasi
patogen
1. Ambil
contoh patogen yang akan diamati dari tanaman sakit.
2. Letakkan patogen
yang akan diamati pada kaca preparat
3. Lakukan
pencarian objek menggunakan mikroskop.
B. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain:
1. siapkan
sampel dari tanaman sakit yang akan di ambil patogennya
2. Semprot tangan dengan alkohol
3. Siapakan cawan petri berisi media PDA.
4. panaskan diatas Bunsen
5. masukkan
sampel patogen ke dalam alkohol
6. Masukkan sampel patogen dari tanaman sakit menggunakan jarum.
7. Panaskan kembali cawan petri diatas pembakar
Bunsen
8. Beri label setiap cawan petri
D. Hasil Pengamatan
Pengamatan pada tanaman yang terserang penyakit akibat
patogen
Gambar
|
Keterangan
|
Antrakrosa pada cabai yang disebabkan olehColletotrichum capsicii.
Penyakit ini menyebebkan bercak hitam pada cabai dan membuat cabai mnjadi
kering.
|
E. Pembahasan
Dua mikroorganisme terdiri dari lima kelompok
organisme; bakteri, protozoa, virus, sera algae dan cendawan mikroskopis. Kita mempelajari banyak segi mengenai
jasad-jasad renik ini (juga dinanamakan mikrobe atau protista): di mana adanya,
ciri-cirinya, kekerabatan antara sesamanya seperti juga dengan kelompok
organisme lainnya, pengandaliannya, dan peranannya dalam kesehatan serta
kesejahtaraan kita. Mikroorganisme sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita
(Ferdias, 1992).
Isolasi mikroorganisme mengandung arti proses
pengambilan mikroorganisme dari lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam
suatu medium di laboratorium. Proses isolasi ini menjadi penting dalam
mempelajari identifikasi mikrobia, uji morfologi, fisiologi, dan serologi.
Sedangkan pengujian sifat-sifat tersebut di alam terbuka sangat mustahill untuk
dilakukan (Pelczar,1986).
Prinsip kerja isolasi bakteri cukup sederhana yakni dengan
menginokulasikan sejumlah kecil bakteri pada suatu medium tertentu yang dapat
menyusung kehidupan bakteria. Sejumlah kecil bakteri ini didapat dari
bermacam-macam tempat tergantung dari tujuan inokulasi. Dalam kajian
mikrobiologi yang berhubungan dengan sumber bakteri adalah mikrobia tanah, air,
makanan dan udara (Talaro,1999).
Apabila ingin mendapatkan kultur murni suatu
mikrobia yang digunakan adalah metode streak plate, karena hasil akhir metode
ini adalah berupa kumpulan sel-sel yang semakin jarang pada ujung streak
sehingga dapat diambil bakteri pada jumlah seluler (satu sel). Selain itu
bakteri yang didapat seharusnya merupakan bakteri yang memang ingin dibiakkan
di kultur tersebut dengan kata lain bukan bakteri kontaminan, sebab yang
diambil/dicuplik adalah koloni bakteri yang berada di atass tr eak yang dibuat
dan bukan di luars tr eak. Kelebihan metode ini adalah dapat segera diketahui
adanya kontaminasi. Sedangkan kekurangannya metode ini sulit dilakukan dan
hanya dapat digunakan untuk menumbuhkan bakteri aerob saja. (Burrrow,1959).
Ada
bermacam-macam metode isolasi yang dapat digunakan. Macam-macam metode. Isolasi
tersebut antara lain:
1. isolasi tunggal merupakan metode isolasi dengan cara
meneteskan bahan yang mengandung mikroorganisme pada suatu kaca penutup dengan
menggunakan mikropipet, yang kemudian diteliti dibawah obyektif mikroskop.
2. isolasi gores merupakan metode isolasi dengan cara
menggeser atau menggoreskan ujung jarum ose yang telah mengandung
mikroorganisme dengan hati-hati di atas permukaan agar secara zig zag yang
dimulai dari dasar tabung menuju ke bagian atastabung. 3.
3. isolasi tebar merupakan metode isolasi dengan cara
menebarkan bahan yang mengandung mikroorganisme pada permukaan atas tabung.
4. isolasi tuang
merupakan metode isolasi dengan cara mengambil sedikit sampel
5. campuran bakteri yang
telah diencerkan dan sampel tersebut kemudian disebarkan didalam suatu
medium dari kaldu dan gelatin encer.
( Dwidjoseputro,
2003 )
• Identifikasi patogen
Colletotrichum
capsicii.adalah
parasit fakultatif dari ordo Melanconiales.Cendawan ini memproduksi konidia
hialin,bersel satu,membentuk ovid,sedikit melengkun dengan panjang 10 sampai 15
µm dan lebar 5 sampai 7 µm.Acervuli berilin yang dihasilkan dalam jaringan yang
terinfeksi,adalah subepidermal,biasanay cendawan ini memiliki seta,dan
konidifior yang sedrhana,pendek dan tegak.
Penyakit antraknosa atau patek pada tanaman
cabai disebabkan oleh cendawanColletotrichum capsicii , penyakit
antraknosa atau patek ini merupakan momok bagi para petani cabai karena bisa
menghancurkan panen hingga 20-90 % terutama pada saat musim hujan, cendawan
penyebab penyakit antraknosa atau patek ini berkembang dengan sangat pesat bila
kelembaban udara cukup tinggi yaitu bila lebih dari 80 rH dengan suhu 32
derajat selsius biasanya gejala serangan penyakit antraknosa atau patek pada
buah ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan
matahari diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam.
Sedangkan pada biji dapat menimbulkan kegagalan berkecambah atau bila telah
menjadi kecambah dapat menimbulkan rebah kecambah. Pada tanaman dewasa dapat
menimbulkan mati pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan
batang yang menimbulkan busuk kering warna cokelat kehitam-hitaman. Cendawan
ini juga menyerang tanaman apel dengan gejala yang sama
DAFTAR PUSTAKA
Burrow,W.1959.Textbook of Microbiology.W.B. Saunders
Company:Philadelpia
Ferdias, S., 1992, Mikrobiologi
Pangan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Dwidjoseputro.2003.dasar-dasar microbiologi.Djambatan:Malang
Pelczar,M.J.Dasar-Dasar Mikrobiologi. Terjemahan R.S
Hadiotomo dkk. UI Press:Jakarta
Talaro K.P.1999.Foundation Mikrobiologi third edition.MC
Graw HillCompany:Boston
Tidak ada komentar:
Posting Komentar