BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Hereditas
adalah suatu proses penurunan sifat-sifat dari induk keketurunannya melalui gen
dan bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh. Hereditas sangat
penting dalam pembelajaran Ilmu pemulian
ternak, karna hereditas membahas tentang sifat-sifat yang diturunkan induk
pada anaknya. Sifat-sifat yang diturunkan tersebut bisa sifat yang unggul atau
bagusnya, tetapi juga sifat-sifat yang tidak menguntungkan peternak.
Sebagai
contoh di silangkan sapi pesisir asli sumatera barat dengan sapi simental (dimana
sapi ini bobot hidupnya bias mencapai 1 ton). Secara teori bila induknya sapi
pesisir meberima IB dari sapi simental maka berat anak yang d hasilkan setengah
dari jumlah kedua induknya. Dimana dapat di jelaskan dengan cara seperti ini.
Induk
betina sapi pesisir beratnya 300 kg
Induk
jantan sapi simental beratnya 860 kg
Jadi,
pertambahan bobot badan sapi berambah 250 kg.
B. Tujuan
·
Pelengkap tugas mata kuliah Ilmu Pemuliaan Ternak
·
sebagai bahan untuk ujian tengah
semester (UTS)
BAB
II
A. Pengertian Hereditas
Hereditas
adalah suatu proses penurunan sifat-sifat dari induk keketurunannya melalui gen
dan bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh. Pendapat ini
dicetuskan oleh Witherington. Secara umum hereditas diartikan sebagai pewarisan
sifat dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA) atau
secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial. Pewarisan sifat ini
biasanya berhubungan dengan struktur tubuh dan bukan tingkah laku. Karena
tingkah laku makhluk hidup lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Hereditas
adalah sebuah konsep yang telah berkembang sejak zaman filsuf Yunani kuno. Dari
Theophrastus, Hiprokrates, Aristoteles hingga Aeskhylus. Hiprokrates menduga
bahwa "benih/sifat" diproduksi oleh berbagai anggota tubuh dan di
wariskan pada saat pembuahan. Sedang Aristoteles menduga bahwa semen pejantan
dan betina becampur pada saat pembuahan. Konsep tentang hereditas yang lebih
ekstrim lagi adalah teori Pangenesis yang mempercayai bahwa pewarisan sifat berhubungan
erat dengan hubungan darah. Karena itu muncul istilah darah murni, darah
turunan, dan darah bangsawan. Teori Pangenesis kemudian di patahkan oleh
Francis Galton, sepupu dari Charles Darwin melalui sebuah percobaan.
B. Interaksi Hereditas
Hereditas
pada individu merupakan bawaan sejak lahir. Bawaan/warisan atau hereditas
tersebut berasal dari kedua orang tuanya (Genes) dan tidak dapat direkayasa.
Bawaan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia
lahir membawa berbagai ragam warisan yang berasal dari kedua ibu-bapak atau
kakek-nenek.
Warisan
atau turunan tersebut yang terpenting, antara lain: bentuk tubuh, raut muka,
warna kulit, intelegensi, bakat, sifat-sifat, dan penyakit.
1. Bentuk Tubuh dan Warna Kulit
Salah
satu warisan yang dibawa oleh anak sejak lahir adalah mengenai bentuk tubuh dan
warna kulit. Misalnya ada anak yang memiliki bentuk tubuh gemuk seperti ibunya,
wajah seperti bapaknya, warna kulit putih seperti ibunya.
2. Sifat-Sifat
Sifat-sifat
yang dimiliki oleh seseorang adalah salah satu aspek yang diwarisi dari ibu,
ayah, atau kakek dan nenek. Bermacam-macam sifat yang dimiliki manusia,
misalnya: Penyabar, pemarah, kikir, pemboros, hemat dan lain sebagainya.
Sifat-sifat tersebut dibawa manusia sejak lahir. Ada yang dapat dilihat atau diketahui ketika kecil dan ada pula yang diketahui sesudah ia besar.
Sifat atau tabiat berbeda dengan kebiasaan. Sifat sangat sukar diubah, sedangkan kebiasaan dapat diubah setiap saat bila dikehendaki dengan sungguh-sungguh.
Sifat-sifat tersebut dibawa manusia sejak lahir. Ada yang dapat dilihat atau diketahui ketika kecil dan ada pula yang diketahui sesudah ia besar.
Sifat atau tabiat berbeda dengan kebiasaan. Sifat sangat sukar diubah, sedangkan kebiasaan dapat diubah setiap saat bila dikehendaki dengan sungguh-sungguh.
3. Intelegensi
Istilah
intelegensi berasal dari kata Latin intelligence yang berarti menghubungankan
atau menyatukan satu sama lain(¬to organize, to relate, to bind together)
(Walgoti,1997).
Intelegensi
menurut David Wechler (1958) didefinisikan sebagai keseluruhan kemampuan
individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan
menguasai lingkungan secara efektif.
Intelegensi
adalah kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan penyesuaian terhadap suatu
situasi atau masalah. Kemampuan yang bersifat umum tersebut meliputi berbagai
jenis kemampuan psikis seperti: abstrak, berpikir mekanis, matematis, memahami,
mengingat, berbahasa dan sebagainya.
Intelegensi seseorang dapat diketahui secara lebih tepat dengan menggunakan tes intelegensi. Ukuran intelegensi dinyatakan dalam IQ (Intelligence Quotient).
Intelegensi seseorang dapat diketahui secara lebih tepat dengan menggunakan tes intelegensi. Ukuran intelegensi dinyatakan dalam IQ (Intelligence Quotient).
4. Bakat
Bakat
adalah kemampuan khusus yang menonjol di antara berbagai jenis kemampuan yang
dimiliki seseorang. Kemampuan khusus itu biasanya berbentuk keterampilan atau
suatu bidang ilmu, misalnya kemampuan khusus (bakat) dalam bidang seni musik,
seni suara, olahraga, matematika, bahasa, ekonomi, teknik, keguruan, social,
agama, dan sebagainya. Seseorang umumnya memiliki bakat tertentu yang terdiri
dari satu atau lebih kemampuan khusus yang menonjol dari bidang lainnya. Tetapi
ada juga yang tidak memiliki bakat sama sekali, artinya dalam semua bidang ilmu
dan keterampilan dia lemah atau sedang. Ada pula sebagian orang memiliki bakat
serba ada, artinya hampir semua bidang ilmu dan keterampilan, dia mampu dan menonjol.
Orang seperti itu tergolong istimewa dan sanggup hidup di mana saja.
Bakat
sebagaimana halnya dengan intelegensi merupakan warisan dari orang tua, nenek,
kakek dari pihak ibu dan bapak. Warisan dapat dipupuk dan dikembangkan
denganbermacam cara terutama dengan pelatihan dan didukung dana yang memadai.
Seseorang yang memiliki bakat tertentu sejak kecilnya, namun tidak memperoleh
kesempatan untuk mengembangkannya sebab tidak memiliki dana untuk latihan, maka
bakatnya tidak dapat berkembang. Hal seperti ini dikatakan bakat terpendam.
Pada umumnya anak-anak mempunyai bakat dapat diketahui orang tuanya dengan memperhatikan tingkah laku dan kegiatannya sejak dari kecil. Biasanya anak memiliki bakat dalam suatu bidang, dia akan gemar sekali melakukan atau membicarakan bidang tersebut.
Pada umumnya anak-anak mempunyai bakat dapat diketahui orang tuanya dengan memperhatikan tingkah laku dan kegiatannya sejak dari kecil. Biasanya anak memiliki bakat dalam suatu bidang, dia akan gemar sekali melakukan atau membicarakan bidang tersebut.
5. Penyakit
Beberapa
penyakit bisa berasal dari turunan, seperti penyakit kebutaan, syraf, dan luka
sulit kering (darah keluar terus, hemopili).
Penyakit
yang dibawa sejak lahir akan terus mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
jasmani dan rohani anak.
C. Pola-pola hereditas
1. Reproduksi
Sel
a.
Reproduksi pada Tingkat Sel
Pembelahan sel
terjadi karena dua proses utama, yaitu pembelahan inti (kariokinesis) dan
pembelahan sitoplasma (sitokinesis).
1)
Amitosis
Pembelahan
langsung suatu sel.

2) Mitosis
Tujuan pembelahan mitosis: membantu sel dalam
memelihara ukuran, terjadi keseimbangan jumlah DNA dan RNA, untuk pertumbuhan
dan perkembangan organ dan tubuh organisme, untuk mengganti sel yang rusak atau
mati.

Siklus sel
mitosis

3) Meiosis
Pembelahan
sel yang menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari sel
induknya.

b.
Gametogenesis pada Hewan dan Manusia
1) Spermatogenesis
2)
Oogenesis

2.
Hukum Mendel
Hukum 1 Mendel
mengungkapkan bahwa dua alel yang mengatur sifat tertentu akan terpisah pada
dua gamet yang berbeda.

Hukum II Mendel
mengungkapkan bahwa setiap pasang alel terpisah secara bebas pada setiap gamet.
a.
Hibridisasi
1)
Monohibrid
Persilangan yang
hanya menggunakan satu macam gen yang berbeda atau menggunakan satu sifat beda.
2)
Dihibrid
Persilangan yang
menggunakan dua sifat beda atau dua pasang kromosom yang berbeda.
3)
Polihibrid
Persilangan tiga
atau lebih sifat beda.
3. Penyimpangan
Semu Hukum Mendel
a.
Komplementer
Bentuk
interaksi gen yang saling melengkapi.
b.
Polimeri
Dua gen atau lebih
yang menempati lokus berbeda, tetapi memiliki sifat yang sama.
c.
Epistasis dan Hipostasis
Salah satu bentuk
interaksi antar gen dominant yang mengalahkan gen dominant lainnya
1)
Epistasis Dominan
Adanya
satu gen dominan yang bersifat epistasis.
2)
Epistasis Resesif
Terdapat
gen resesif yang bersifat epistasis.
d. Kriptomeri
Suatu sifat yang
tersembunyi pada induk dank an muncul pada anaknya atau keturunannya.
4. Intermediet
Gen
yang tidak dominan dan tidak resesif.
5. Gen
Berpautan
Gen-gen
yang terletak pada kromosom yang sama.
6. Pindah
Silang
Proses pertukaran
gen antara kromatid-kromatid yang bukan pasangan duplikasi pada sepasang
kromosom homolog.

7. Gen Terpaut
Seks
Gen
yang terletak pada gonosom atau kromosom seks.
a.
Cacat dan Penyakit Menurun yang Terpaut Kromosom Seks.
1)
Hemofilia
Penyakit
keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku.. Penyakit ini
dikendalikan oleh gen resesif (h) yang terpaut kromosom X.

2)
Buta warna
Penyakit
keturunan yang disebabkan oleh gen resesif cb. Gen buta warna terpaut pada
kromosom seks X.
3)
Hypertrichosis
Penyakit turunan
berupa turunnya rambut di bagian tertentu daun telinga.Gen penyakit ini terpau
kromosom Y.
a.
Cacat dan Penyakit Menurun yang Tidak Terpaut Kromosom Seks.
1)
Albino
Kelainan yang
terjadi pada warna kulit dan organ tubuh lainnya. Gen albino dikendalikan oleh
gen resesif a.
2) Polidaktill
Memiliki jumlah
jari tangan dan kaki lebih banyak dari orang normal. Gen polidaktill
dikendalikan oleh gen dominan P.
3)
Diabetes Melitus
Kelainan pada tubuh sehingga glukosa
terbuang bersama urine.
4)
Thalasemia
Kelainan genetic
yang disebabkan oleh rendahnya kemampuan pembentukan hemoglobin karena terjadi gangguan
pada salah satu rantai globin.
8. Penentuan
Jenis Kelamin
a. Sistem Kromosom
Kelamin XY
b. Sistem Kromosom
Kelamin XO
c.
Sistem Kromosom Kelamin ZW
9. Gen Letal
a.
Gen letal resesif
Gen
yang dalam keadaan genotype homozigot resesif menyebabkan kematian.
b.
Gen letal dominant
Gen
yang dalam keadaan genotype homozigot dominan menyebabkan kematian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar