MANAJEMEN AGRIBISNIS
Bahan Kuliah Dr.
Ir. Arfa`i, MS
PENDAHULUAN
Akhir-akhir
ini pembahasan tentang agribisnis (Agribusiness) telah berkembang sedimikian
rupa sehingga menarik perhatian banyak orang, baik dari kalangan yg biasa
mempelajari bidang perta-nian maupun kalangan non pertanian. Keadaan ini
seperti dapat dimengerti karena kondisi perekonomian di Indonesia sudah mulai
berge-ser dari semula didominasi oleh pera sektor primer (khususnya hasil-hasil
pertanian) ke sektor sekun-der (industri). Disamping
itu adanya kemauan politik (political will) dari pemerintah yg mengarahkan
perekono-mian nasional yg berimbang antara sektor perta-nian dan industri
menjadi saling mendukung.
Pengertian Pertanian dan Usaha
Tani
Pengertian
pertanian dapat dibagi atas pertanian dalam arti sempit yakni kegiatan
usahatani rakyat, sedangkan pertanian dalam arti luas termasuk kegiatan usaha
dibidang perkebunan, tanaman pangan/hortikultura, kehutanan, peternakan dan
perikanan. Usahatani
(Farm) adalah Usaha pengelolaan sumberdaya alam (lahan),
tenaga kerja, dan modal yg ditujukan untuk menghasilkan produksi di bi-dang
pertanian.
Pengertian Agribisnis
Agribisnis merupakan suatu sitem kegiatan usaha
yg terdiri dari beberapa subsistem, masing-masing subsistem saling terkait dan
saling menunjang.
Sub-sistem pembuatan, pengadaan, dan penyalur-an berbagai sarana produksi
pertanian (supplier) seperti benih, pupuk, obat-obatan, alat dan mesin
pertanian (industri hulu).
Sub-sistem kegiatan produksi (on farm) yang menghasilkan
berbagai produk pertanian (pangan, hasil
perkebunan, hasil peternakan, perikanan). Kegiatan ini mencakup
usahatani yg berskala kecil (keluarga), menengah maupun yg berskala besar. Pelaku kegiatan ini terdiri dari petani,
perusahaan swasta, koperasi, lembaga pemerintah, bank atau perorangan. Teknologi yg digunakan berfariasi mulai dari
yg sederhana sampai yg canggih sehingga
corak usahataninya pun berbeda-beda.
Sub-sistem kegiatan produksi
(on farm) yang menghasilkan berbagai produk pertanian (pangan, hasil perkebunan, hasil peternakan, perikanan).
Kegiatan ini mencakup usahatani yg berskala kecil (keluarga), menengah maupun
yg berskala besar. Pelaku kegiatan ini
terdiri dari petani, perusahaan swasta, koperasi, lembaga pemerintah, bank atau
perorangan. Teknologi yg digunakan
berfariasi mulai dari yg sederhana
sampai yg canggih sehingga corak usahataninya pun berbeda-beda.
Sub-sistem pengolahan dan
penyimpanan berbagai produk pertanian yg dihasilkan.
Sub-sistem pemasaran hasil
pertanian
Sub-sistem Lembaga penunjang
seperti lembaga keuangan (Bank), penelitian, pendidikan, transportasi,
kebijakan pemerintah.
DEFINISI
MANAJEMEN
Proses
koordinasi & integrasi kegiatan2 Planning,Organizing, Actuating
dan Controlling agar dpt diselesaikan secara efektif dan efisien dg
memanfaatkan sumber daya.
Peran
Manajemen dalam Agribisnis
Manajemen
:
adalah suatu rangkaian proses yg meliputi kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi &
pengendalian dlm rangka memberdayakan seluruh sumber daya organisasi, baik
sumber daya manusia, modal, material, maupun teknologi secara optimal utk
mencapai tujuan organisasi.
KARAKTERISTIK
(MANAJEMEN) AGRIBISNIS
1. Keanekaragaman jenis bisnis yang sangat besar
padasektor agribisnis (produsen
hulu-hilir sampai konsumen hulu dan hilir)
2. Besarnya jumlah pelaku bisnis
3. Hampir semua agribisnis terkait erat dengan
pengusaha tani (langsung dan tak langsung)
4. Falsafah hidup tradisional yg dianut sebagian besar
produsen menyebabkan agribisnis masih ketinggalan dibanding bisnis lainnya
5. Keragaman skala usaha
6. Persaingan yang sangat ketat
7. Badan usaha cenderung berorientasi petani dan
keluarga
8. Barang bersifat musiman, voluminous dan perisable
9. Goodwill para pendukung (kebijakan dll) kurang besar
10. Sebagai penyangga industri (berbasis agro).
Lingkup kegiatan agribisnis
1)
Pertanian
terbagi
2 : 1. Pertanian
Lahan Basah atau SawahØMerupakan usaha tani yang
dilaksanakan pada hamparan yang sangat membutuhkan perairan. Perairan sawah
biasanya dilakukan untuk komoditi padi, jagung dan kacangkacang
2.
Pertanian Lahan Kering atau LadangØAdalah pertanian yang tidak
membutuhkan pengairan.Komoditas lading biasanya berupa palawija,umbi-umbian dan
holtikultura.
2)
Perkebunan
Merupakan usaha tani di lahan kering yang ditanami dengan tanaman industri yang laku di pasar, seperti : karet, kelapa sawit, tebu, cengkeh , dan lain-lain.
Merupakan usaha tani di lahan kering yang ditanami dengan tanaman industri yang laku di pasar, seperti : karet, kelapa sawit, tebu, cengkeh , dan lain-lain.
3)
Peternakan
Merupakan usaha tani yang dilakukan dengan membudidayakan ternak.. Usaha ternak dibedakan atas
Merupakan usaha tani yang dilakukan dengan membudidayakan ternak.. Usaha ternak dibedakan atas
} Peternakan unggas (ayam dan itik)
} Peternakan kecil
(kambing,domba,kelinci,babi dan lain-lain)
} Ternak besar (kerbau,sapi dan
kuda)
4)
Perikanan
Perikanan adalah semua kegiatan yang terorganisir berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.
Perikanan adalah semua kegiatan yang terorganisir berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.
} Perikanan tangkap,dapat dibedakan
menjadi perikanan perairan (sungai dan danau) dan perikanan air laut.
} Perikanan budidaya, dapat dibedakan
dalam perikanan kolam, perikanan rawa, perikanan empang dan perikanan tambak.
5)
Kehutanan
Adalah kegiatan pertanian yang dilakukan untuk mempoduksi atau memamfaatkan hasil hutan,baik yang timbuh atau hidup secara alami maupun yang telah dibudidayakan.
Adalah kegiatan pertanian yang dilakukan untuk mempoduksi atau memamfaatkan hasil hutan,baik yang timbuh atau hidup secara alami maupun yang telah dibudidayakan.
Agribisnis
Sebagai Sistem
Agribisnis
sebagai suatu sistem terdiri dari dari berbagai sub sistem yang tergabung dalam
rangkaian interaksi, interkoneksi dan
interpedensi secara reguler, serta terorganisir sehingga membentuk suatu
totalitas.
Karakteristik
suatu sistem adalah sebagai berikut :
} Terdiri atas subsistem yang
membentuk satu kesatuan.
} Ada tujuan, saling ketergantungan dan
interaksi antar subsistem.
} Mengandung mekanisme
(transformasi) dalam sistem produksi
} Ada pengaruh lingkungan yang meng-akibatkan dinamika sistem (cuaca,
ekonomi, sosial-budaya, hukum dan politik, teknologi, persaingan, kekuatan
eksternal lainnya).
} Keberhasilan system
agribisnis sangat
dipengaruhi oleh keberadaan komponen-komponen dalam sistem agribisnis (internal)
dan faktor-faktor lingkungan (eksternal)
} Sebelum melakukan usaha
agribisnis, perlu identifikasi
faktor- faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi keberhasilan usaha
} Lingkungan agribisnis digolongkan
menjadi dua yaitu :
(1)
Lingkungan internal yang meliputi faktor organisasi dan manajemen, faktor pemasaran, faktor
teknik dan faktor keuangan.
(2)
Lingkungan eksternal meliputi politik, ekonomi, sosial budaya,
teknologi dan demografi
} Sistem agribisnis merupakan
siklus yang kompleks, dinamis dan memiliki interkoneksi, memiliki
interdependensi inter dan antar siklus bisnis lainnya.
Pendekatan
sistem merupakan pendekatan yang dapat menggambarkan siklus agribisnis beserta
elemen-elemen pembentuknya. Sehingga pengembangannyapun secara ideal juga
menggunakan pendekatan sistem.
} Pendekatan sistem agribisnis
menurut para ahli bahwa sistem agribisnis terdiri dari beberapa subsistem:
hulu, on-farm, hilir, pemasaran, dan penunjang.
Sistem
agribisnis merupakan suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai
suatu kegiatan yang utuh dan komprehensif sekaligus sebagai suatu konsep yang
dapat menelaah dan menjawab berbagai masalah dan tantangan.
Adapun
kelima mata rantai atau subsistem tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Subsistem Penyediaan Sarana Produksi
menyangkut kegiatan pengadaan dan
penyaluran. Kegiatan ini mencakup Perencanaan dan pengelolaan sarana produksi,
teknologi dan sumberdaya (input) agar penyediaannya memenuhi kriteria tepat
waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu dan tepat produk.
b. Subsistem Usahatani atau
proses produksi
Mencakup kegiatan pembinaan dan
pengembangan usahatani dalam produksi primer pertanian.
Termasuk kedalam kegiatan ini adalah
perencanaan pemilihan lokasi, komoditas, teknologi, dan pola usahatani dalam
produksi primer, yang intensif dan sustainable (lestari), tanpa meninggalkan
kaidah-kaidah pelestarian sumber daya alam yaitu tanah dan air. Ditekankan
usahatani yang berbentuk komersial diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar
dalam artian ekonomi terbuka
c.
Subsistem Agroindustri/pengolahan hasil
Lingkup kegiatan ini mulai dari
tingkat petani, penanganan pasca panen produk pertanian sampai pada tingkat
pengolahan lanjutan untuk menambah value added (nilai tambah) Dengan demikian
proses pengupasan, pembersihan, pengekstraksian, penggilingan, pembekuan,
pengeringan, dan peningkatan mutu.
d.
Subsistem Pemasaran
Sub sistem pemasaran mencakup
pemasaran hasil-hasil usahatani dan agroindustri baik untuk pasar domestik
maupun ekspor. Kegiatan utama subsistem ini adalah pemantauan dan pengembangan
informasi pasar dan market intelligence pada pasar domestik dan pasar luar
negeri.
e.
Subsistem Penunjang
Subsistem ini merupakan penunjang
kegiatan pra panen dan pasca panen yang meliputi :Sarana Tataniaga, Perbankan/perkreditan,
Penyuluhan Agribisnis, Kelompok tani, Infrastruktur agribisnis, Koperasi, BUMN
, Swasta, litbang, Pendidikan dan Pelatihan, Transportasi, Kebijakan Pemerintah
MANAJEMEN
SISTEM AGRIBISNIS
} Sistem Agribisnis selain memiliki
keunggulan juga memiliki kekurangan.
} Untuk mengelola keunggulan maupun
meminimal kan kelemahan yang ada, diperlukan suatu manajemen sistem dan untuk
sistem agribisnis diperlukan manajemen sistem agribisnis agar sistem berjalan
efisien dan efektif.
} Sebagai suatu system yang
mempunyai batasan, elemen-elemen dan lingkungan yang sangat bervariasi
diperlukan pengelolaan yang baik
Peranan
Agribisnis dalam Pembangunan
Agribisnis sangat mempunyai pengaruh
yang sangat besar terhadap pembangunan. Sebagaimana yang kita ketahui agribisnis
bergerak pada sector pertanian. Dalam perekonomian Indonesia, agribisnis
mempunyai peranan yang sangat penting sehingga mempunyai nilai strategis. Hal
ini disebabkan :
} Karena mayoritas rumah tangga
penduduk Indonesia yang mengusahakan agribisnis dan mayoritas angkatan kerja
bekerja di bidang agribisnis,
} Agribisnis menyubang pendapatan
nasional terbesar,
} Kandungan impor dalam usaha
agribisnis rendah,
} Agribisnis sebagai salah satu
sumber devisa, karena sebagian besar devisa dari non migas berasal dari
agribisnis,
} Kegiatan agribisnis lebih
bersifat ramah terhadap lingkungan,
} Agribisnis off farm merupakan
indunstri yang lebih mudah diakses oleh petani dalam rangka trasformasi
structural,
} Agribisnis merupakan kegiatan
usaha penghasil makanan pokok dan kebutuhan lainnya.
} Agribisnis bersifat labor
intensive
} Mempunyai efek multiplier yang
tinggi. Disamping itu, agribisnis merupakan tumpuan utama dalam pemulihan
ekonomi dari krisis ekonomi.
Referensi
} Gumbira
Sa’id,
A. Harizt Intan, 2001. Manajemen Agribisnis. PenerbitGhalia Indonesia, Jakarta.
} W. David Downey dan Steven P. Erickson, 1988. Manajemen
Agribisnis. Edisi Kedua Penerbit Erlangga, Jakarta.
} Bungaran Saragih, 1998.
Kumpulan Pemikiran Agribisnis Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi
Berbasis Pertanian. Diterbitkan oleh Yayasan Mulia Persada
Indonesia dan PT Surveyor Indonesia Bekerja sama dengan Pusat Studi
Pembangunan, Lembaga Penelitian IPB, Bogor
} Hasibuan,
S.P. 2008. Manajemen Dasar, Pengertian
dan Masalah. CV Haji Masagung, Jakarta.
} Bacaan
lain yang berhubungan dan mendukung mata kuliah ini.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar