Rabu, 12 Maret 2014

bahan kuliah manajemen agribisnis



MANAJEMEN AGRIBISNIS
Bahan Kuliah Dr. Ir. Arfa`i, MS

PENDAHULUAN  
            Akhir-akhir ini pembahasan tentang agribisnis (Agribusiness) telah berkembang sedimikian rupa sehingga menarik perhatian banyak orang, baik dari kalangan yg biasa mempelajari bidang perta-nian maupun kalangan non pertanian. Keadaan ini seperti dapat dimengerti karena kondisi perekonomian di Indonesia sudah mulai berge-ser dari semula didominasi oleh pera sektor primer (khususnya hasil-hasil pertanian) ke sektor sekun-der (industri). Disamping itu adanya kemauan politik (political will) dari pemerintah yg mengarahkan perekono-mian nasional yg berimbang antara sektor perta-nian dan industri menjadi saling mendukung.
Pengertian Pertanian dan Usaha Tani
            Pengertian pertanian dapat dibagi atas pertanian dalam arti sempit yakni kegiatan usahatani rakyat, sedangkan pertanian dalam arti luas termasuk kegiatan usaha dibidang perkebunan, tanaman pangan/hortikultura, kehutanan, peternakan dan perikanan. Usahatani (Farm) adalah  Usaha pengelolaan sumberdaya alam (lahan), tenaga kerja, dan modal yg ditujukan untuk menghasilkan produksi di bi-dang pertanian.
Pengertian Agribisnis
            Agribisnis          merupakan suatu sitem kegiatan usaha yg terdiri dari beberapa subsistem, masing-masing subsistem saling terkait dan saling menunjang. Sub-sistem pembuatan, pengadaan, dan penyalur-an berbagai sarana produksi pertanian (supplier) seperti benih, pupuk, obat-obatan, alat dan mesin pertanian (industri hulu).
Sub-sistem kegiatan produksi (on farm) yang menghasilkan berbagai produk pertanian (pangan, hasil  perkebunan, hasil peternakan, perikanan). Kegiatan ini mencakup usahatani yg berskala kecil (keluarga), menengah maupun yg berskala besar.  Pelaku kegiatan ini terdiri dari petani, perusahaan swasta, koperasi, lembaga pemerintah, bank atau perorangan.  Teknologi yg digunakan berfariasi mulai dari yg sederhana  sampai yg canggih sehingga corak usahataninya pun berbeda-beda.
Sub-sistem kegiatan produksi (on farm) yang menghasilkan berbagai produk pertanian (pangan, hasil  perkebunan, hasil peternakan, perikanan). Kegiatan ini mencakup usahatani yg berskala kecil (keluarga), menengah maupun yg berskala besar.  Pelaku kegiatan ini terdiri dari petani, perusahaan swasta, koperasi, lembaga pemerintah, bank atau perorangan.  Teknologi yg digunakan berfariasi mulai dari yg sederhana  sampai yg canggih sehingga corak usahataninya pun berbeda-beda.
Sub-sistem pengolahan dan penyimpanan berbagai produk pertanian yg dihasilkan.
Sub-sistem pemasaran hasil pertanian
Sub-sistem Lembaga penunjang seperti lembaga keuangan (Bank), penelitian, pendidikan, transportasi, kebijakan pemerintah.
DEFINISI MANAJEMEN
Proses koordinasi & integrasi kegiatan2 Planning,Organizing, Actuating dan Controlling agar dpt diselesaikan secara efektif dan efisien dg memanfaatkan sumber daya.
Peran Manajemen dalam Agribisnis
Manajemen :
            adalah  suatu rangkaian proses yg meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi & pengendalian dlm rangka memberdayakan seluruh sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, modal, material, maupun teknologi secara optimal utk mencapai tujuan organisasi.
KARAKTERISTIK (MANAJEMEN) AGRIBISNIS
1.      Keanekaragaman jenis bisnis yang sangat besar padasektor agribisnis (produsen       hulu-hilir sampai konsumen hulu dan hilir)
2.      Besarnya jumlah pelaku bisnis
3.      Hampir semua agribisnis terkait erat dengan pengusaha tani (langsung dan tak langsung)
4.      Falsafah hidup tradisional yg dianut sebagian besar produsen menyebabkan agribisnis masih ketinggalan dibanding bisnis lainnya
5.      Keragaman skala usaha
6.      Persaingan yang sangat ketat
7.      Badan usaha cenderung berorientasi petani dan keluarga
8.      Barang bersifat musiman, voluminous dan perisable
9.      Goodwill para pendukung (kebijakan dll) kurang besar
10.  Sebagai penyangga industri (berbasis agro).


Lingkup  kegiatan agribisnis 
1) Pertanian
terbagi 2 : 1. Pertanian Lahan Basah atau SawahØMerupakan usaha tani yang dilaksanakan pada hamparan yang sangat membutuhkan perairan. Perairan sawah biasanya dilakukan untuk komoditi padi, jagung dan kacangkacang
2. Pertanian Lahan Kering atau LadangØAdalah pertanian yang tidak membutuhkan pengairan.Komoditas lading biasanya berupa palawija,umbi-umbian dan holtikultura.
2) Perkebunan
Merupakan usaha tani di lahan kering yang ditanami dengan tanaman industri yang laku di pasar, seperti : karet, kelapa sawit, tebu, cengkeh , dan lain-lain.
3) Peternakan
      Merupakan usaha tani yang dilakukan dengan membudidayakan ternak.. Usaha ternak dibedakan atas
}  Peternakan unggas (ayam dan itik)
}  Peternakan kecil (kambing,domba,kelinci,babi dan lain-lain)
}  Ternak besar (kerbau,sapi dan kuda)
4) Perikanan
Perikanan adalah semua kegiatan yang terorganisir berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.
}  Perikanan tangkap,dapat dibedakan menjadi perikanan perairan (sungai dan danau) dan perikanan air laut.
}  Perikanan budidaya, dapat dibedakan dalam perikanan kolam, perikanan rawa, perikanan empang dan perikanan tambak.
5) Kehutanan
Adalah kegiatan pertanian yang dilakukan untuk mempoduksi atau memamfaatkan hasil hutan,baik yang timbuh atau hidup secara alami maupun yang telah dibudidayakan.
Agribisnis Sebagai Sistem
Agribisnis sebagai suatu sistem terdiri dari dari berbagai sub sistem yang tergabung dalam rangkaian interaksi, interkoneksi dan interpedensi secara reguler, serta terorganisir sehingga membentuk suatu totalitas.
Karakteristik suatu sistem adalah sebagai berikut :
}  Terdiri atas subsistem yang membentuk satu kesatuan.
}  Ada tujuan, saling ketergantungan dan interaksi antar subsistem.
}  Mengandung mekanisme (transformasi) dalam sistem produksi
}  Ada pengaruh lingkungan yang meng-akibatkan dinamika sistem (cuaca, ekonomi, sosial-budaya, hukum dan politik, teknologi, persaingan, kekuatan eksternal lainnya).
}  Keberhasilan system agribisnis sangat dipengaruhi oleh keberadaan komponen-komponen dalam sistem agribisnis (internal) dan faktor-faktor lingkungan (eksternal)
}  Sebelum melakukan usaha agribisnis, perlu identifikasi faktor- faktor yang kemungkinan dapat mempengaruhi keberhasilan usaha
}  Lingkungan agribisnis digolongkan menjadi dua yaitu :
 (1)  Lingkungan internal yang  meliputi  faktor organisasi  dan manajemen, faktor pemasaran, faktor teknik dan faktor keuangan.
 (2)  Lingkungan eksternal meliputi  politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan demografi
}  Sistem agribisnis merupakan siklus yang kompleks, dinamis dan memiliki interkoneksi, memiliki interdependensi inter dan antar siklus bisnis lainnya.
Pendekatan sistem merupakan pendekatan yang dapat menggambarkan siklus agribisnis beserta elemen-elemen pembentuknya. Sehingga pengembangannyapun secara ideal juga menggunakan pendekatan sistem.
}  Pendekatan sistem agribisnis menurut para ahli bahwa sistem agribisnis terdiri dari beberapa subsistem: hulu, on-farm, hilir, pemasaran, dan penunjang.
Sistem agribisnis merupakan suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai suatu kegiatan yang utuh dan komprehensif sekaligus sebagai suatu konsep yang dapat menelaah dan menjawab berbagai masalah dan tantangan.
Adapun kelima mata rantai atau subsistem tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
a.  Subsistem Penyediaan Sarana Produksi
            menyangkut kegiatan pengadaan dan penyaluran. Kegiatan ini mencakup Perencanaan dan pengelolaan sarana produksi, teknologi dan sumberdaya (input) agar penyediaannya memenuhi kriteria tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu dan tepat produk.
b. Subsistem Usahatani atau proses produksi
            Mencakup kegiatan pembinaan dan pengembangan usahatani dalam produksi primer pertanian.
            Termasuk kedalam kegiatan ini adalah perencanaan pemilihan lokasi, komoditas, teknologi, dan pola usahatani dalam produksi primer, yang intensif dan sustainable (lestari), tanpa meninggalkan kaidah-kaidah pelestarian sumber daya alam yaitu tanah dan air. Ditekankan usahatani yang berbentuk komersial diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam artian ekonomi terbuka
c. Subsistem Agroindustri/pengolahan hasil
            Lingkup kegiatan ini mulai dari tingkat petani, penanganan pasca panen produk pertanian sampai pada tingkat pengolahan lanjutan untuk menambah value added (nilai tambah) Dengan demikian proses pengupasan, pembersihan, pengekstraksian, penggilingan, pembekuan, pengeringan, dan peningkatan mutu.
d. Subsistem Pemasaran
            Sub sistem pemasaran mencakup pemasaran hasil-hasil usahatani dan agroindustri baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Kegiatan utama subsistem ini adalah pemantauan dan pengembangan informasi pasar dan market intelligence pada pasar domestik dan pasar luar negeri.
e. Subsistem Penunjang
            Subsistem ini merupakan penunjang kegiatan pra panen dan pasca panen yang meliputi :Sarana Tataniaga, Perbankan/perkreditan, Penyuluhan Agribisnis, Kelompok tani, Infrastruktur agribisnis, Koperasi, BUMN , Swasta, litbang, Pendidikan dan Pelatihan, Transportasi, Kebijakan Pemerintah

MANAJEMEN SISTEM AGRIBISNIS
}  Sistem Agribisnis selain memiliki keunggulan juga memiliki kekurangan.
}  Untuk mengelola keunggulan maupun meminimal kan kelemahan yang ada, diperlukan suatu manajemen sistem dan untuk sistem agribisnis diperlukan manajemen sistem agribisnis agar sistem berjalan efisien dan efektif. 
}  Sebagai suatu system yang mempunyai batasan, elemen-elemen dan lingkungan yang sangat bervariasi diperlukan pengelolaan yang baik
Peranan Agribisnis dalam Pembangunan
            Agribisnis sangat mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pembangunan. Sebagaimana yang kita ketahui agribisnis bergerak pada sector pertanian. Dalam perekonomian Indonesia, agribisnis mempunyai peranan yang sangat penting sehingga mempunyai nilai strategis. Hal ini disebabkan :
}  Karena mayoritas rumah tangga penduduk Indonesia yang mengusahakan agribisnis dan mayoritas angkatan kerja bekerja di bidang agribisnis,
}  Agribisnis menyubang pendapatan nasional terbesar,
}  Kandungan impor dalam usaha agribisnis rendah,
}  Agribisnis sebagai salah satu sumber devisa, karena sebagian besar devisa dari non migas berasal dari agribisnis,
}  Kegiatan agribisnis lebih bersifat ramah terhadap lingkungan,
}  Agribisnis off farm merupakan indunstri yang lebih mudah diakses oleh petani dalam rangka trasformasi structural,
}  Agribisnis merupakan kegiatan usaha penghasil makanan pokok dan kebutuhan lainnya.
}  Agribisnis bersifat labor intensive
}  Mempunyai efek multiplier yang tinggi. Disamping itu, agribisnis merupakan tumpuan utama dalam pemulihan ekonomi dari krisis ekonomi.


Referensi
}  Gumbira  Sa’id, A. Harizt Intan, 2001. Manajemen Agribisnis. PenerbitGhalia Indonesia, Jakarta.
}  W. David Downey dan Steven P. Erickson, 1988. Manajemen Agribisnis. Edisi Kedua Penerbit Erlangga, Jakarta.
}  Bungaran Saragih, 1998.  Kumpulan Pemikiran Agribisnis Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Diterbitkan oleh Yayasan Mulia Persada Indonesia dan PT Surveyor Indonesia Bekerja sama dengan Pusat Studi Pembangunan, Lembaga Penelitian IPB, Bogor
}  Hasibuan, S.P. 2008. Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah. CV Haji Masagung, Jakarta.
}  Bacaan lain yang berhubungan dan mendukung mata kuliah ini.


.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar